Cultural Trip to Madura
Posted by Promosi Online on January 11, 2012

Letaknya yang berada di sebelah utara Pulau Jawa, Madura atau lebih dikenal dengan pulau garam, mempunyai masyarakat sendiri, dalam arti, mempunyai corak, karakter dan sifat yang berbeda dengan masyarakat jawa. Masyarakatnya yang santun, membuat masyarakat madura disegani, dihormati bahkan “ditakuti” oleh masyarakat yang lain. Banyak orang yang mengatakan bahwa masyarakat Madura itu unik, estetis dan agamis. Bahkan, ada yang mengenal masyarakat “pulau garam” ini adalah masyarakat santri, nan sopan tutur katanya dan kepribadiannya.
Pulau Madura besarnya kurang lebih 5.250 km2. Secara politis, Madura selama berabad-abad telah menjadi subordinat daerah kekuasaan yang berpusat di Jawa. Sekitar tahun 900-1500, pulau ini berada di bawah pengaruh kekuasaan kerajaan Hindu Jawa timur seperti Kediri, Singhasari, dan Majapahit. Di antara tahun 1500 dan 1624, para penguasa Madura pada batas tertentu bergantung pada kerajaan-kerajaan Islam di pantai utara Jawa seperti Demak, Gresik, dan Surabaya. Pada tahun 1624, Madura ditaklukkan oleh Mataram. Sesudah itu, pada paruh pertama abad kedelapan belas Madura berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda (mulai 1882), mula-mula oleh VOC, kemudian oleh pemerintah Hindia-Belanda. Pada saat pembagian provinsi pada tahun 1920-an, Madura menjadi bagian dari provinsi Jawa Timur.
dengan penduduk sekitar 4 juta Jiwa. Beragam seni, budaya di Madura menjadikan salah satu pulau penghasil garam ini patut kita datangi. Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan namanya Jamu khas Madura yang merupakan warisan turun – temurun dari para leluhur yang masih tetap terjaga khasiatnya hingga sekarang. Madura mempunyai obat-obatan tradisional seperti jamu-jamuan yang dipercaya berkhasiat bagi kualitas/kemampuan hubungan intim suami-istri. Misalnya bagi kalangan perempuan, Madura terkenal dengan jamu Tongkat Madura yang dipercaya dapat meningkatkan kualitas fungsi seksual. Tak hanya itu, ada lagi beberapa jamu khas Madura lainnya, yang diperuntukkan khusus bagi kalangan perempuan. Ramuan obat-obatan ini konon berkhasiat bagi kesehatan organ kewanitaan, dan dapat meningkatkan kualitas fungsi seksual kalangan perempuan. Sebut saja ada jamu Rapet Wangi, jamu Empot-Empot. Bahkan, ada juga dibuat dalam bentuk sabun perawatan bagi perempuan. Selain itu, ramuan-ramuan dari Madura ini juga dipercaya dapat membangkitkan gairah seksual kalangan perempuan. Soal harga pun, ramuan-ramuan Madura itu terbilang relatif murah dan terjangkau.
Di tempat asalnya, celurit pada mulanya hanyalah sebuah arit. Petani pun kerap menggunakan arit untuk menyabit rumput di ladang dan membuat pagar rumah. Dalam perkembangannya, arit itu diubah menjadi alat beladiri yang digunakan oleh rakyat jelata ketika menghadapi musuh. Demikian pula pendapat D. Zawawi Imron. Seniman sekaligus budayawan Madura ini menuturkan, kalangan rakyat kecil memperlakukan celurit sebagai senjata tajam biasa. Dengan kata lain, celurit itu bukan dianggap senjata sakti. Kini, masyarakat Madura masih memandang celurit sebagai senjata yang tak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Tak mengherankan, bila pusat kerajinan senjata tajam itu banyak bertebaran di Pulau Madura. Tidak ada salahnya jika kita berkunjung ke sentra pembuatan celurit dan membawa pulang sebagai souvenir dan kenang-kenangan. Mengenai souvenir dan kenang-kenangan kita juga akan menyambangi langsung pembuatan batik gentongan di Tanjung Bumi, Bangkalan.
Rasanya belum lengkap jika berkunjung ke Madura tanpa mencicipi kuliner khas madura, misalnya bebek songkem, kaldu kolot, dan masih banyak lagi. Mengunjungi sebuah daerah rasanya bagaikan “sayur tanpa garam” jika tidak mengetahui sejarah asal-muasal daerah tersebut. bertatap muka dengan peninggalan sejarahnya, memotret kebesaran warisan kerajaan di masa silam, menyaksikan kesenian asli di tempat asalnya yang akan dipandu oleh narasumber setempat.
“Cultural Trip to Madura” ini dikemas bagi pencinta seni budaya Nusantara dengan sentuhan yang ringan dan bersahabat. Bersama narasumber dan tokoh budaya setempat, peserta diajak untuk menelusuri Pulau Madura dari ujung Timur hingga ke ujung Barat.
BIAYA :
Rp. 4.000.000,- /orang (sharing 1 kamar berdua) Paling lambat 18 Januari 2012.
Biaya sudah termasuk :
Transportasi Jakarta-Surabaya-Jakarta dengan pesawat udara + airport tax ; Transportasi lokal Surabaya-Madura-Surabaya ; Akomodasi ; Makan + wisata kuliner selama di Madura ; Majalah National Geographic Indonesia dan National Geographic Traveler edisi terbaru.
INFORMASI PROGRAM & PENDAFTARAN
Eko 0877-71757151 / Aulia 0818-955079
